Cara Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas

Masalah kemacetan lalu lintas di kota-kota besar semakin sering dibicarakan. Kalau dipikir-pikir Indonesia masih dalam kategori negara yang berkembang namun penambahan jumlah kendaraan pribadi semakin meningkat. Jika banyak yang membeli kendaraan berarti banyak yang mampu dong di negara ini.......hehehhehe. Sudah jelas pasti banyak yang kaya, cuman sayangnya kekayaan tidak merata atau kurang berbagi dengan yang kurang mampu, sehingga terjadi ketimpangan kehidupan sosial yang berbeda.
Udah mulai ngawur nih dari judulnya....hehehehhe, tapi boleh buat salah satu penyebab ya seperti yang saya kemukan diatas...hehehehhe. Ada hal yang harus ditanggulangi untuk mencegah kemacetan, ini menurut pendapat saya lho...hehhehe. :
  • Memaksimalkan dan membantu POLANTAS : polisi lalu lintas memiliki peranan penting dalam mengatur kendaraan dan ketertiban, namun sayangnya mereka kurang mendapat bantuan, jam kerja mereka menjadi terbatas sesuai dengna kemampuan. Mestinya pekerjaan polantas ini mendapat tenaga bantuan, karena orang-orang yang dijalan susah diatur, harus ada yang ditakuti untuk tindak penilangan bagi yang melanggar biar pada mau taat pada peraturan lalu lintas.
  • Sosialisasi aturan rambu lalu lintas dan sangsinya bagi masyarakat, terutama supir angkutan kendaraan umum.
  • Sterilisasi jalur kendaraan : jalur kendaraan mesti bersih dari parkir kendaraan yang keluar jalur.
  • Aturan ketat untuk pemberhentian BUS atau angkutan umum: pada aturan ini BUS tidak boleh mengangkat dan memberhentikan penumpang disembarang tempat, jadi ada tempat yang sudah ditentukan untuk mengangkut dan menurunkan penumpang. Jika berhenti sembarangan terutama di persimpangan dapat dinekan sangsi tilang ditempat.
  • Penggunaan ukuran BUS atau angkutan yang disesuaikan dengan ukuran jalan dan pengguna anggkutan umum : kalau di Jogja angkutan umumnya besar-besar pada hala jalannya sempit-sempit dan penumpang angkutan umum juga sedikit, jadi percuma menggunakan angkutan yang besar tidak berfungsi maksimal kecuali membuat jalan jadi semakin penuh, belum lagi polusi asap kendaraan angkutan umum yang hitam pekat sangat menggangu pengguna jalan lainnya.
  • Batasan ijin pembelian kendaraan pribadi untuk perorang maksimal 2 kecuali untuk usaha: selama ini kita lihat banyak pejabat yang memiliki lebih dari 2 kendaraan yang hanya menjadi pajangan dan untuk bermewah-mewahan.
  • Aturan ketat untuk pelanggar rambu lalu lintas : selama ini terlalu banyak sidang jalanan atau bayar di tempat sehingga membuat pelanggar lalu lintas tidak jera, dan parahnya lagi banyak kelompok-kelompok pengguna kendaraan yang suka melanggar aturan lalu lintas dengan alasan konfoi kendaraan, ya ..kalau menurut saya sih kalau cuman konfoi untuk cari sensasi menuh-menuhi jalan sebaiknya mbok ya jangan iring-iringan, kasian pengguna jalan lain, mereka memiliki kepentingan yang lebih penting dari kelompok-kelompok tersebut. Harapan saya jangan ada toleransi untuk kelompok-kelompok seperti ini, terutama suporter klub bola, dimana mereka konfoi sesuka hatinya dan tidak menggunakan aturan lalu lintas yang telah ditentukan
Kemacetan bersumber dari tidak diberlakukannya aturan yang telah dibuat sebagai mestinya, sehingga timbullah aturan seenak gue dan seenak lho, jadi tegakkan aturan sebagaimana mestinya baru bisa kita menemukan kedamaian di jalan.

    syahli sitorus

    Blog ini dibuat untuk sekedar corat coret yang diambil dari berbagai sumber dan juga tulisan sendiri, silahkan ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk.

    3 komentar:

    1. Maslah kemacetan di indonesia terutama disebabkan banyaknya jumlah kendaraan yang menggunakan jalan raya yang semakin hari, semakin parah.. Hal ini dikarenakan tidak adanya umur batas pemakaian kendaraan, terutama kendaraan pribadi.. Oleh karena itu langkah-langkah yang "jitu" selain cara diatas adalah:
      a. Pembatasan umur pemakaian kendaraan terutama kendaraan pribadi, seperti yang dilakukan oleh negara maju yaitu sekitar 5 tahun sampai 10 tahun.
      b. Membuat rancangan lalu-lintas yang efektif menurut daerah/zona penggunaan lahan seperti daerah perdagangan, perkantoran, pasar, pendidikan dan lain-lain yang terhubung secara baik dengan menggunakan "Sistem Angkutan Masal".. Seperti: Basway, kereta listrik dan lain-lain..
      c. Menaikan Pajak untuk Kendaraan Pribadi, jika langkah a dan b sudah diterapkan..

      Point yang a dan c di indonesia belum di terapkan..

      BalasHapus
    2. Kalau poin a sayang juga tuh mas kendaraannya, kalau menurut saya sih cukup uji kelayakan aja, jika masih layak diperbolehkan.

      Untuk yang b dibeberapa daerah permasalahannya masih belum bisa menggeser angkutan umum, harunsya pemilik angkutan umum diajak bekerjasama karena tidak bagus juga mematikan mata pencaharian orang lain.

      BalasHapus
    3. SOLUSI JITU MENGATASI KEMACETAN

      Walaupun konsentrasinya untuk mengatasi kemacetan jalan raya, tapi jika solusi ini diterapkan, maka akan sangat mempercepat laju pertumbuhan dan kemajuan di seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, baik di bidang (ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, ideologi, budaya, IPTEK, dll).

      Selama ini berbagai cara dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kemacetan jalan raya khususnya di ibukota Jakarta, dengan mengeluarkan biaya yang teramat sangat besar,

      Mulai dari pelebaran dan penambahan ruas jalan, pembangunan jalan layang, pengadaan (bus trans jakarta, KRL), penerapan 3 in 1, dan berbagai upaya lainnya,

      Namun upaya tersebut seakan sia-sia, dalam hal mengatasi kemacetan jalan raya.

      Padahal solusinya sangat mudah, sangat murah, dan sangat cepat untuk bisa direalisasikan, tinggal masyarakat mau atau tidak menerapkannya? Atau pemerintah tegas atau tidak untuk menerapkan solusi ini?

      Yaitu dengan menerapkan "Sistem Rolling Shift" di seluruh bidang (usaha, pekerjaan, perkantoran, perdagangan, industri, pendidikan) menjadi 3 Shift,

      Misalnya :
      Shift I dari pukul 08:00 s/d 16:00
      Shift II dari pukul 16:00 s/d 00:00
      Shift III dari pukul 00:00 s/d 08:00

      Dengan pembagian 3 Shift ini, maka aktifitas warga masyarakat akan terbagi menjadi 3, 
      yaitu :
      1/3 sedang aktif bekerja/belajar
      1/3 sedang istirahat/tidur
      1/3 sedang santai/berlibur

      Dengan begitu maka akan didapatkan manfaat sebagai berikut :
      1. Tidak akan pernah ada kemacetan
      2. Semua pekerja/pelajar tepat waktu
      3. Tidak ada waktu terbuang di jalan
      4. Produktifitas masyarakat meningkat
      5. Kesehatan dan kecerdasan masyarakat meningkat
      6. Terbuka peluang kerja minimal 100% karena setiap bidang usaha dan pekerjaan pasti menambah tenaga kerja untuk bisa beroperasi 3 shift.
      7. Tidak ada lagi pengangguran 
      8. Kesejahteraan masyarakat meningkat
      9. Keselamatan, keamanan, kenyamanan, ketertiban, kerapihan, kebersihan dan keindahan kota jauh lebih terjamin. 
      10. Layanan masyarakat menjadi lebih maksimal dan optimal.
      11. Kota besar (Jabodetabek) menjadi hidup selama 24 jam non stop. 
      12. Keharmonisan warga jauh lebih terjamin. 
      13. Perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara akan jauh lebih cepat dalam segala hal. 
      14. Kontrol pemerintah terhadap aktifitas warganya jauh lebih mudah. 
      15. Tidak ada lagi warga masyarakat yang takut dengan gelapnya malam.
      16. Seluruh tempat kerja/usaha dan pendidikan/sekolah jauh lebih berdaya guna.
      17. Dan berbagai manfaat lainnya.

      BalasHapus