Selasa, 12 Oktober 2010

Posted by syahli sitorus On 20.02
A.     WISATA BUDAYA DAN SEJARAH

1.      Kraton Jogja

Kraton (istana) Kasultanan Yogyakarta terletak dipusat kota Yogyakarta. Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat ini ini merupakan sebuah rawa dengan nama Umbul Pacetokan, yang kemudian dibangun oleh Pangeran Mangkubumi menjadi sebuah pesanggrahan dengan nama Ayodya. Pada tahun 1955 terjadilah perjanjian Giyanti yang isinya membagi dua kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Setiap hari Karaton terbuka untuk kunjungan wisatawan mulai pukul 08.30 hingga pukul 13.00, kecuali hari Jum;at Kraton hanya buka sampai dengan pukul; 11.00.




2.      Puro Pakualaman
Selain Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Yogyakarta terdapat sebuah istana lain yang terletak di jalan Sultan Agung, istana Puro Pakualaman, tempat tinggal Sri Pakualam IX, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Istana ini sering dipergunakan untuk menerima tamu-tamu Negara yang berkunjung ke daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sayap Timur bagian depan dari istana ini dipergunakan sebagai museum Puro Pakualaman dengan mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat dikunjungi masyarakat setiap hari Senin dan Kamis, antara pukul 11.00 hingga 13.00. dalam museum ini tersimpan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, dan merupakan peninggalan masa sliam dari keluarga Paku Alam.

3.      Istana Air Tamansari
Terletak lebih kurang 400 meter dari komplek Kraton Yogyakarta atau sekitar 10 menit jalan kaki ke pasar burubg dari halaman Mangangan. Tamansari berarti Taman yang indah, dimana zaman dahulu merupakan tempat rekreasi bagi Sultan Yogyakarta beserta kerabat istana. Kini, Tamansari dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Mulai dari pukul 08.00 hingga hingga 16.00. Di kompleks ini terdapt tempat yang masih dianggap sakral di lingkungan Tamansari, yakni Taman Ledoksari dimana tempat in merupakan tempat peraduan dan tempat pribadi Sultan.



4.      Makam Kota Gede
Makam Kotagede merupakan tujuan wisata ziarah yang masih berkaitan dengan kunjungan ke obyek-obyek wisata di lingkungan Kraton Yogyakarta. Sebenarnya makam ini bernama Makam Sapto Renggo, namun umumnya masyarakat Yogyakarta menyebut sebagai makam Kotagede, sesuai dengan nama daerah ini yang terletak di sudut Tenggara Kota Yogyakarta, lebih kurang 5 kilometer dari pusat Kota. Waktu untuk mengunjungi makam yaitu pada tiap hari Jumat mulai pukul 13.00 hingga 17.00. untuk mengunjungi dan melihat kompleks makam yang lain, dan menyaksikan bangunan-bangunan tradisional peninggalan Kraton Mataram (dalam periode Kerajaan Mataram Islam bisa dilaksanakan setiap hari).


5.      Makam Imogiri
Makam Imogiri sebenarnya Makam Hastarengga, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam Kotagede. Di makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram sepeninggal Panembahan Senopati, terutama putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam ini dibangun di atas bukit, dan untuk mencapainya kita harus mendaki tangga dari batu berundak sebanyak 345 buah hingga tiba di suatu persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri dapat dilakukan setiap hari Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau Jumat antara pukul 13.00 hingga 16.00.


6.      Candi Borobudur


Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Terletak di sebelah barat laut kota Yogyakarta, sejauh kurang lebih 42 kilometer. Dibangun pada abad VIII, merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerbat dan rakyat Wangsa Cailendra yang berkuasa pada masa itu. Candi itu benar-benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra, yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Gautama dan menjelaskan ajaran-ajaran melaui relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. Dari puncak candi dapat dilihat alam sekeliling yang indah, Gunung Sumbing sebagai salah satu tipe gunung berapi yang ada di daerah Jawa Tengah yang mengepulkan asap tampak disebelah barat antara awan yang bergerak. Bangunan ini merupakan peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga bukan hanya bangsa Indonesia tetapi juga bangsa-bangsa di dunia pun ikut memilikinya.



7.      Candi Sambisari
Candi Sambisari terletak di desa Sambisari Kelurahan Purwomartani, lebih kurang 12 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan umum bus atau microbus jurusan Yogya-Solo, sampai di sekitar kilometer 10 dimana terdapta persimpangan kea rah kiri (arah Utara) yang diberi papan penunjuk ke arah lokasi candi Sambisari (lebih kurang 2 kilometer). Berdasarkan penelitian geologis terhadap batuan candi dan tanah yang telah menimbunnya selama ini, candi setinggi 6 meter ini telah terbenam oleh material gunung Merapi dalam letusannya yang hebat pada tahun 1906. Candi Sambisari merupakan candi Hindu dari abad ke 10 dan diperkirakan diabngun oleh seorang raja dari wamca Sanjaya, dengan patung Shiwa sebagai Mahaguru menempati bilik utamanya.


8.      Candi Prambanan.
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.


9.      nDalem Joyokusuman Jogja
Sebuah bangunan kuno milik keluarga Kraton Ngayogjakarta, persisnya di Jl. Rotowijayan 5 ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sengaja lewat atau mampir di rumah peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono VII ini. Bangunan kuno gaya aristocrat itu kini disulap menjadi sebuah Boutigue Restautant nDalem Joyokusuman. Bagi pengunjung yang akan masuk ke nDalem Joyokusuman ini hanya ditarik ongkos sangat murah, Rp. 4000. Sedang turis asing dikenai biaya $1 Amerika. Menurut BRAY Hj Joyokusumo, -pemilik Boutigue Restaurant nDalem Joyokusuman, saat ditemui Exploring Jogja mengaku tempat ini selalu penuh oleh tamu khususnya wisatawan asing. Sebagai Boutigue Restaurant, pengunjung dapat memesan berbagai ragam makanan dan minuman. Yang menarik, makanan dan minuman yang dijual disini semuanya makanan klangenan Raja Jogja seperti kupat opor, pastel krupuk, sambel goreng kreni, telor gurih, lodheh telo, bubuk dele, rujak penganten dan sebagainya. Sedang minuman yang disediakan meliputi secang, pisang ijo, perdopo, telo liwet, sambel mijen, stup jambu dan banyak lagi.


10. Museum Sri Sultan HB IX
Museum ini berada di dalam kompleks Kraton Yogyakarta yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X tanggal 18 November 1990. Benda-benda /peralatan, foto-foto dan tanda jasa serta barang yang ditampilkan dalam museum ini khusus miik maupun yang diterima almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jam buka bersamaan dengan Kraton Yogyakarta.





11. Museum Kereta Kraton
Keberadaan Museum Kraton sudah dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Museum Kerata terletak di sisi barat Kraton, tepatnya di jalan Rotowijayan. Museum ini menyimpan berbagai koleksi kereta milik Kraton, beberapa diantaranya adalah Kyai Garuda Yeksa, kereta yang dipergunakan untuk acara kirab dalam rangkaian penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono VI sampai X; Kyai Jaladara -digunakan Sultan untuk tugas keliling desa; dan Kyai Kanjeng Jimat -digunakan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai III untuk acara Garebeg atau menjemput tamu-tamu khusus.


12. Museum Batik Ullen Sentalu


Museum ini di desain dengan menggunakan konsep tradisional dan dibangun dari bahan-bahan batu-batu setempat, dan berlokasi di Kaliurang, di lereng Gunung Merapi. Disini, semangat Ullen Sentalu ditemukan di Dalem Kaswargan. Museum yang didesain dengan sangat indah ini didedikasikan untuk menghargai apresiasi masyarakat pada benda-benda sejarah dan seni Jawa serta kecantikan alam yang dijumpai di ketinggian Kaliurang. Buka: Selasa - Minggu (09.00 pagi sampai 04.00 sore).









13. Museum Seni Lukis Kontenporer I Nyoman Gunarsa



Museum SLKI Nyoman Gunarso khusus mendokumentasikan karya pelukis-pelukis Indonesia yang berprestasi dan professional dalam seni lukis, khususnya seni kulis kontemporer Indonesia. Koleksi museum itu berjumlah ± 500 lukisan. Beberapa lukisan unggulannya antara lain lukisan dengan judul “Subali Sugriwa” dan “Spirit Hamengku Buwono IX





14. Museum Sasana Wiratama Diponegoro
Museum ini menempati areal tanah seluas 2 hektar, terletak di kampung Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Museum Monumen Pangeran Diponegoro memiliki 100 buah koleksi yang terdiri dari berbagai jenis senjata tradisional seperti keris, tombak, pedang, panah, dan bedil. Sedang koleksi unggulannya berupa bangunan tembok berlubang (jebol) yang menurut sejarah merupakan bangunan yang dijebol oleh Pangeran Diponegoro guna meloloskan diri dari kepungan kompeni. Museum Monumental Pangeran Diponegoro dibuka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 08.0-13.00 WIB.



15. Museum Affandi
Museum ini terletak di sisi sebelah Utara dari jalan Solo nomor 167, tepatnya di lereng sebelah Barat jembatan sungai Gajah Wong. Gaya lukisannya termasuk dalam aliran eksperesionisme. Museum ini terbuka untuk kunjungan umum. Minggu s/d Sabtu 09.00-13.00 WIB.





16. Museum Benteng Vredeburg
Di masa penjajahan Belanda, benteng ini merupakan tangsi militer bala tentara pemerintahan Belanda, yang dibangun pada tahun 1765. benteng ini terletak tepat di depan bangunan Gedung Agung, dengan maksud untuk melindungi Residen Belanda yang bertempat tinggal di dalam gedung itu. Menilik lokasi berdirinya, benteng ini nampaknya juga sengaja dibangun untuk menghadapi gerakan militer yang mungkin timbul dari Kraton Yogyakarta, yang letaknya hanya 1 jarak tembakan meriam (meriam kuno) dari benteng ini. Ini terlihat dari letak altar meriam yang terletak disebelah Selatan (menghadap ke Kraton). Selasa s/d Minggu: Pukul 08.30-14.00 WIB; Jumat : Pukul 08.00-11.00 WIB; Sabtu-Minggu : Pukul 08.30-12.00 WIB


17. Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman
Museum in terletak di jalan Bintaran Yogyakarta dan merupakan bekas rumah kediaman Panglima Besar Jendral Sudirman, jendral pertama dalam angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dalam museum ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai senjata api (diantaranya merupakan senjata api buatan sendiri) dan berbagai peralatan perang lain yang dipergunakan dalam revolusi phisik menghadapi musuh-musuh Negara. Museum ini dibuka tiap hari jam 08.00-14.00 WIB



18. Museum Wayang “Kekayon”
Dalam Museum ini dapat disaksikan beberapa jenis waayang antara lain: Wayang Purwo, Wayang Madyo, Wayang Thengul, Wayang Klithik, Waayang Beber dan lain sebagainya. Wayang tersebut terbuat dari : kulit, kayu, kain, dan kertas. Selain koleksi wayang, juga terdapat jenis topeng. Bangunan yang disebut Sasono Pratelo merupakan tempat pelayanan informasi tentang Wayang dan Topeng. Museum ini dapat dikunjungi untuk umum dibuka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB dengan menghubungi pengurusnya terlebih dahulu.


19. Gedung Agung
Hampir di ujung Selatan jalan Malioboro, berdiri bangunan megah Gedung Agung, yang diantara tahun 1946 hingga 1949, tatkala Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, merupakan tempat Presiden RI yang pertama Ir. Soekarno. Pada jaman penjajahan Belanda, gedung ini merupakan kediaman Residen Belanda. Saat ini Gedung Agung yang nampak anggun ini dipergunakan sebagai Wisma Negara dan tempat menerima tamu-tamu Agung yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Didalamnya terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia melawan Tentara Belanda. Pada setiap tanggal 17 dilaksanakan upacara Parade Senja yang dimulai pukul 15.00 WIb. Disamping itu Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB.


20. Monumen Pergerakan Wanita Mandala Bhakti Wanitatama
Gedung Wanita didirikan pada tanggal 22 Desember 1955 sebagi pernyataan kebulatan tekad wanita Indonesia dalam usaha memajukan kaumnya. Pembangunan gedung ini diperoleh dari hasil seluruh lapisan masyarakat wanita Indonesia. Pada tahun 1983 Gedung Wanita mengalami rehabilitasi dan pembangunan baru, yang untuk selanjutnya gedung ini bernama Mandala Bhakti Wanita Tama, yang berarti tempat berbakti dari para wanita utama. Bentuk bangunan induk dari gedung baru ini memiliki gaya bangunan (arstiektur) Jawa, yang sangat menarik, dilengkapi dengan ukir-ukiran yang artistik. Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama berlokasi di jalan Solo, sekitar 5 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Gedung tersebut merupakan Monumen Pergerakan Wanita sekaligus sejarah perjuangan wanita Indonesia.


21. Masjid Agung
Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masih dipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam. Dihari-hari besar agama Islam, masjid ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta. Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan Jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai Masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalojogo (salah seorang dari Waki Songo di kota antik Demak).


22. Masjid Soko Tunggal
Terletak di sebelah kiri (sisi Selatan) dari plaza (jalan masuk) yang menuju ke gapura depan Tamansari dan hingga kin masih dipergunakan untuk tempat beribadah umat Islam. Keistimewaan dari masjid ini terletak pada soko guru (tiang penyangga utama) nya yang hanya berjumlah satu buah dan ditopang oleh batu penyangga lazimnya disebut Umpak, yang berasal dari zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusuno dari Kerajaan Mataram Islam.


23. Masjid Patok Nagara
Masjid Patok Negoro adalah sebutan bagi lima buah masjid Kraton Yogyakarta (Masjid Ploso Kuning, Masjid Mlangi, Masjid Babatan, Masjid Wonokromo dan Masjid Dongkelan). Keberadaan kelima masjid ini merupakan satu hal yang khas karena tidak dijumpai di kasunanan / Kraton yang ada di Jawa. Istilah patok negoro berasal dari dua kata yaitu Pathok (patok) dan Negara (nagoro). Didalam istilah bahsa Jawa patok adalah kayu atau bambu yang ditancapkan sebagi tetenger /tanda yang tetap, sedang nagoro adalah kota tempat tinggal raja, jadi patok negoro adalah sebuah tanda kekuasaan raja dan tanda tersebut tidak dapat dirubah.


24. Sendang Sono
Merupakan tempat ziarah bagi pemeluk agama Katholik. Tempat ini dibangun menyerupai Lourdes di Perancis, dimana pada masa yang silam, Bunda Maria, ibunda Nabi Isa Al Masih telah menampakkan diri di hadapan seorang gadis Santa Bernadetta, dan melakukan berbagai mukjizat kepada masyarakat setempat.  Nama Sendangsono diambil dari istilah “sendang” yang berarti mata air dan “sono”, merupakan nama suatu jenis pohon. Sendangsono berarti mata air di bawah pohon Sono. Pada bulan Mei dan bulan Oktober, tempat ini ramai sekali dipenuhi oleh peziarah dari seluruh Indonesia. Transportasi umum yang menuju ke daerah ini adalah micro-bus yang melayani jurusan Yogya-Kalibawang, dan berhaenti di mulut jalan di mana kantor Kalurahan Banjaroya. Setiba di Gereja Promasan, perjalanan diteruskan melintasi jalan setapak yang disebut “jalan salib” sepanjang kurang lebih 2 kilometer hingga tiba di kompleks Sendangsono.


B.     WISATA PANTAI

1.      Gumuk Pasir
Gumuk pasir Parangtritis merupakan sebuah warisan dunia (world heritage), sebagai bentukan endapan pantai yang mencapai ketinggian 20 mpl.  Di dunia hanya ada di 4 negara, salah satunya di Indonesia yaitu di Parangtritis. Selain sebagai laboratorium alam berbagai cabang ilmu kebumian fenomena alam gumuk pasir membentuk ekosistem yang khas.





2.      Pantai Samas
Pantai Samas ini dikenal memiliki ombak yang besar dan terdapat delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Telaga-telaga tersebut digunakan untuk pengembangan perikanan, penyu, dan udang galah serta berbagai lokasi pemancingan.  Disebelah Barat terdapat Pantai Patehan dengan panorama yang indah Lokasi : di Desa Srigading, Kec. Sanden kurang lebih 24 Km dari yogyakarta ke arah Selatan. Atraksi/Event Wisata : Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro, Labuhan Sedekah Laut, Pentas Seni Budaya ( liburan dan lebaran ). Fasilitas Terminal. Tempat Parkir, MCK, Penginapan, Rumah Makan, SAR, Jaringan Listrik, Mushola dan Sarana Transportasi. dengan Tiket masuk: Rp. 1.100,- / pengunjung ( termasuk Asuransi Rp. 100,- Angkutan Umum : Rute jalur Bis ; : Yogyakarta ( Terminal Bis Umbulharjo ) - Pantai Samas Rp. 2.000,0/orang.


3.      Pantai Siung
Pantai ini terletak di desa Purwodadi Kecamatan Tepus, berjarak + 35 Km dari Wonosari dengan prasarana jalan aspal sampai di tepi pantai. Pantai Siung merupakan cekungan laut yang diapit 2 bukit dengan tebing terjal yang dihiasi relief perbukitan Kars dan memungkinkan sebagai lokasi olahraga panjat tebing. Kerindangan daerah sekitarnya merupakan tempat habitat kera ekor panjang. Dengan hamparan pasir putih serta ombak yang tidak begitu besar, merupakan tempat yang nyaman bagi nelayan untuk mencari ikan laut yang beraneka ragam jenisnya. Pada saat-saat tertentu, para wisatawan juga bisa menikmati sajian kesenian khas daerah yaitu atraksi seni Doger.


4.      Pantai Ngandong
Merupakan pantai landai yang berpasir putih, sangat nyaman untuk bersantai dan berjalan menyusuri pantai.










5.      Pantai Sundak
Pantai ini terkenal dengan panorama alam hijau yang menyatu dengan suasana pantai yang menyegarkan, biasa digunakan sebagai ajang lokasi perkemahan bagi wisata remaja.










6.      Pantai Krakal
Pantai Krakal dapat dicapai melalui jalan sepanjang 6 kilometer dari kawasan pantai Kukup, sehingga pantai Krakal merupakan mata rantai perjalanan setelah mengunjungi pantai Baron dan pantai Kukup. Jarak pantai Krakal dari Yogyakarta lebih kurang 65 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Perjalanan menuju pantai Krakal ini juga melintasi bukit - bukit kapur, diselingi dengan teras - teras batu karang. Hal ini merupakan ciri dari daerah karst yang dikelola penduduk. Berdasarkan penelitian geologis, pada zaman yang silam, daerah ini merupakan dasar dari lautan yang oleh proses pengangkatan yang terjadi pada kerak bumi, dasar laut ini semakin lama semakin meninggi dan akhirnya muncul sebagai dataran tinggi. Batu - batuan karang yang nampak pada waktu itu merupakan bekas rumah binatang karang yanghidup di air laut saat itu. Pantai Krakal merupakan pantai yang paling indah, di antara seluruh hamparan pantai di sepanjang pulau Jawa. Pantai ini akan dibangun menjadi kawasan pantai dan perkampungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, semacam tourist resort Nusa Dua di pulau Bali. Pantai Krakal, bentuk pantainya landai, berpasir putih, terhampar sepanjang lebih dari 5 kilometer. Pantai ini menerima panas matahari dari pagi hingga petang hari sepanjang tahun. Angin laut yang terhembus sangat sejuk, ombaknya cukup besar.


7.      Kawasan Wisata Pantai Parangtritis
Sejak zaman dahulu, komplek pantai Parangtritis telah terkenal, tidak saja sebagai kawasan rekreasi pantai, tetapi juga terkenal sebagai tempat yang memiliki banyak peninggalan sejarah, khususnya yang berkaitan dengan legenda Kanjeng Ratu Kidul atau Ratu Penguasa Laut Selatan. Kompleks Parangtritis terletak 27 kilometer dari Yogyakarta lewat Kretek. Untuk mencapai kawasan ini, para pengunjung dapat menempuh salah satu dari dua jalur jalan:
Jalur jalan pertama :
Dari terminal Umbulharjo melalui Pojok Beteng wetan (tenggara) Kraton Yogyakarta lurus ke selatan sampai ke Obyek Wisata Kompleks Pantai Parangtritis.
Jalur jalan kedua :
Dari terminal Umbulharjo melalui daerah Imogiri (makam Raja - Raja Mataram) dan desa Siluk dengan jalan naik turun sambil menikmati pemandangan yang indah, hingga sampai ke Kompleks Obyek Wisata Pantai Parangtritis.
Jalur kedua ini berjarak ± 10 km lebih jauh dibandingkan dengan jalur pertama menggunakan Bus Umum dengan trayek tetap.
  • Parang Wedang :

Suatu sumber mata air panas bermineral yang tidak pernah kering sepanjang tahun, yang sering digunakan pula untuk menyembuhkan penyakit kulit.
  • Parang Kusuma :

Tempat ini dianggap sebagi tempat yang paling sakral dari seluruh kompleks kawasan Parangtritis, dimana menurut kepercayaan Jawa, merupakan tempat pertemuan antara Raja - raja yang memerintah kerajaan Yogyakarta dengan kanjeng Ratu Kidul. Pertemuan ini terjadi pada sebuah batuan yang merupakan sisa kegiatanvulkanis dimasa silam (post volcanic) yang merupakan suatu batuan intrusi di tengah hamparan pasir pantai, dengan nama watu gilang dan fasilitas yang ada seperti penginapan, Masjid, Rumah, makan dan Toilet.



  • Dataran tinggi Gambirowati :

Dataran tinggi Gambirowati merupakan salah satu tempat yang memiliki pemandangan indah ke kompleks pantai Parangtritis dan ke laut lepas di sekitarnya. Tempat ini dapat dicapai dengan menyusur jalan dari Parangtritis ke arah Panggang dan Goa Langse, yang merupakan jalan menanjak ke perbukitan.Bukit Gupit yang ada di jalan ini, sering dipergunakan sebagai tempatstart/meloncat para pecinta olahraga layang gantung (gantole).

  • Goa Langse :

Merupakan goa pertapaan yang berwujud suatu lorong di bawah batu karang,yang mulutnya menghadap kearah laut lepas. Goa ini dapat dicapai dengan menuruni batu karang yang terjal, dan berbatuan melalui tangga dari tali atau bambu, untuk itu diperlukan suatu keberanian yang prima dan ketrampilan khusus. Pada saat air laut pasang, mulut goa ini tertutup oleh air laut, sehingga untuk masuk atau keluar dari goa, hanya dapat dilakukan pada saat air laut surut.

  • Makam Syeh Bela - Belu :

Terdapat di bukit Pemancingan, yang dianggap sebagai makam yang keramat. Makam ini banyak dikunjungi oleh para peziarah, utamanya pada hari Jum’at dan Selasa Kliwon.

8.      Pantai Kukup
Berwisata ke pantai Kukup, merupakan mata rantai dari kunjungan rekreasi ke pantai Baron, sebab jarak diantara kedua pantai tersebut lebih kurang hanya 1 kilometer, bisa ditempuh dengan jalan setapak. Pantai Baron berpasir putih kekuning - kuningan. Goa - goa karang yang teduh, serta ikan hias air laut banyak didapati di daerah ini dan sangat memikat para wisatawan. Menikmati keindah-an salah satu pantai laut Indonesia yang sangat mem-pesona, wisatawan bisa naik ke bukit karang di pinggir pantai antara Baron dan Kukup, melalui jalan - jalan setapak. Adapun berbagai jenis ikan hias air laut dapat disaksikan pengunjung melalui Aquarium ikan hias air laut yang ada di Pantai Kukup.


9.      Pantai Glagah atau Congot
Pantai Glagah terletak di Kabupaten Kulon Progo, lebih kurang 40 km dari kota Yogyakarta. Pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum bus atau micro - bus jurusan Yogyakarta-Purworejo hingga di persimpangan jalan menuju pantai Glagah. Dari persimpangan jalan ini, para pengunjung yang tidak mem-bawa kendaraan sendiri dapat meminta jasa “ojek”, yakni membonceng kendaraan bermotor beroda dua. Bagi para pecinta hiking, menempuh jarak tersebut dengan jalan kaki merupakan perjalanan yang sehat dan mengasyikkan. Pantai Congot berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pantai Glagah, kedua pantai tersebut telah dihubungkan dengan jalan beraspal.


10. Pantai Trisik
Pantai ini terletak lebih kurang 37 kilometer dari kota Yogyakarta dan dapat dicapai melalui Palbapang. Dari simpang Palbapang ini kemudian membelok ke arah Srandakan, kemudian dilanjutkan ke daerah Brosot dengan melintasi jembatan yang melintang di atas sungai Progo sepanjang lebih kurang 600 meter. Dari daerah Brosot, perjalanan sepanjang 5 kilometer ke arah pantai Trisik dapat dicapai dengan sarana transport lokal yang berupa dokar atau andhong (sado, kereta kuda khas Yogya). Jarak Yogyakarta - Trisik ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum micro bus sampai ke pantai. Pantai Trisik merupakan kawasan wisata yang menarik, utamanya bagi para pemancing ikan, karena di sungai (terusan) Gunsairo yang terdapat didaerah banyak dihuni ikan - ikan besar.


C.     WISATA ALAM

1.      Waduk Sermo
Obyek wisata Waduk Sermo terletak di desa Hargowilis kec. Kokap. Jarak dari Yogyakarta 36 km. ke arah barat dan 6 km. dari kota Wates. Waduk ini merupakan satu-satunya waduk di propinsi D.I.Y. yang mempunyai luas genangan 157 Ha. Bentuk waduk yang berkelok-kelok dan dikelilingi bukit-bukit merupakan keindahan tersendiri yang dapat dinikmati dengan menggunakan perahu motor.Bagi yang menyukai ikan segar dapat membeli di karamba atau memancing. Sedangkan yang menyukai masakan ikan segar, tersedia warung apung yang menyajikan ikan goreng dan bakar.


2.      Gua Cerme
Goa Cerme, sebuah goa yang terletak di dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul mempunyai panjang lorong kurang lebih 1.200 meter, memiliki pemandangan dalam goa yang unik dan menarik dengan Stalaktit dan Stalakmit serta aliran air jernih yang di beberapa tempat mencapai kedalaman 1 meter merupakan obyek wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi. Letaknya tidak begitu jauh dari kota Yogyakarta ± 22 Km dan mudah dicapai oleh segala macam kendaraan.
Dengan Stalaktit dan Stalakmit yang indah dan unik dengan aliran air yang jernih dan sejuk, pengunjung akan merasa senang dan santai menyusuri lorong - lorong goa, dengan begitu segala kepenatan akibat kesibukan dan rutinitas kehidupan dapat sirna begitu saja. Para pengunjung yang bermaksud memasuki goa, sebaiknya menghubungi juru kunci agar memperoleh keterangan dan panduan yang benar. Di samping goa Cerme sebagai goa utama di sekitarnya masih ada beberapa goa lebih kecil yang biasa digunakan sebagai tempat bersemedi antara lain goa Dalang, goa Ledek, goa Badut dan goa Kaum.Sepanjang perjalanan menyusuri lorong goa, mulai dari pintu masuk di dusun Srunggo, Imogiri, Bantul para pengunjung akan menjumpai bekas panggung pertemuan, air Zam - zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan / paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung, kemudian sampai di pintu keluar di desa Ploso, Giritirto, Panggang, Gunungkidul.


3.      Gua selarong
Di masa silam Goa Selarong merupakan markas besar dari laskar Pangeran Dipo-negoro, dalam perjuangan-nya melawan pemerintah Hindia Belanda, antara tahun 1825 - 1830. Kini goa tersebut menjadi salah satu obyek wisata peninggalan sejarah yang mengandung nilai - nilai luhur, utamanya berkaitan dengan program pembinaan generasi muda dan khususnya dalam rangka menciptakan dan membangun semangat patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Goa Selarong jauhnya 13 kilometer di sebelah Selatan kota Yogyakarta. Hasil kebun dari masyarakat setempat adalah buah jambu biji (jambu kluthuk), yang dapat dibeli sebagai oleh - oleh, disamping itu fasilitas seperti toilet, gardu pandang sebagai sarana untuk menikmati pemandangan sekitar Goa dengan hamparan lembah yang begitu indah.


4.      Gua Kiskendo
Merupakan goa alam di pegunungan Menoreh yang terletak 1.200 m di atas permukaan laut yang berhawa sejuk, dari bentuk serta keadaannya sangat serupa dengan apa yang tersirat dalam legenda Istana Goa Kiskendo (yang merupakan fragmen dari cerita Ramayana), tempat tinggal raksasa Mahesasura yang berkepala kerbau dan lembusura yang berkepala sapi. Dalam kisah pewayangan , di tempat ini terjadi pertempuran antara Subali - Sugriwa dengan raja Mahesasura dan patih Lembusura yang menghuni goa ini. Di samping itu keadaan - keadaan geologis dari goa - goa yang ada di daerah berbatu kapur (lime - stone), di dalam goa Kiskendo ini terdapat banyak stalaktit dan stalagmit yang aneh namun indah bentuknya. Di dalam goa ini mengalir sungai dibawah tanah yang dalam cerita pewayangan, dan dalam pertempuran antara Subali - Sugriwa dan Mahesasura - Lembusura, mengalirkan air berwarna merah dan putih.


5.      Gua Seropan
Goa Seropan, Goa ini terletak di Kecamatan Semanu dekat jalan raya Wonosari-Rongkop, dengan ciri khas didalamnya terdapat air terjun cukup tinggi 7 m dan pemandangan alami sungai bawah tanah serta stalagmit dan stalagtit yang menakjubkan








D.     DESA WISATA

1.      Desa Kasongan
Terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, berjarak sekitar 6 km dari kota Yogyakarta, Dusun Kasongan sudah terkenal sejak lama. Terdapat banyak produk kualitas ekspor yang tersedia : peralatan rumah tangga seperti piring, mangkuk dan guci. Pengunjung tidak hanya dapat berbelanja tetapi juga dapat menikmati secara langsung proses pembuatan keramik sambil bertanya jawab dengan pengrajin.

2.      Desa Wisata Pucung
Pucung dikenal sebagai desa perajin patung primitive. Desa tetangga Kasongan ini sangat produktif dengan patung primitive yang terbuat dari kayu mahoni dan jati. Ide dan desain patung-patung ini bersumber dari pola dan tema tradisional dari berbagai daerah seperti Asmat, Dayak, Aborigin dan sebagainya. Tema ini kemudian dikembangkan menjadi ornament benda fungsional seprti meja sudut, tempat lilin, dan lain-lain, atau berdiri sendiri sebagai elemen estetik.

3.      Desa Wisata Tembi
Tembi adalah nama sebuah desa di Selatan Yogyakarta. Nama dsa ini kemudian diadaptasikan menjadi sebuah lembaga kebudayaan Rumah Budaya Tembi (Rumah Budaya TEMBI) menempati lahan seluas 3000 m2, memiliki fasilitas-fasilitas antara lain: Pendopo, Ruang Galeri, Perpustakaan dan Ruang Baca Perpustakaan, Rumah Dokumentasi Budaya.

4.      Desa Wisata Pundong
Pundong merupakan wilayah Kecamatan di Kabupaten Bantul yang memiliki sebuah Desa yang bernama Panjang Rejo. Dusun Panjang Rejo merupakan salah satu Dusun yang memiliki Potensi Industri Kerajinan Grabah dan merupakan mata pencaharian pokok masyarakat setempat dan unik, berupa Aksesoris (Vas Bunga, Asbak, Tempat pensil/lilin, dll) serta berupa mainan dan cindera mata untuk pengantin. Disamping sebagai pusat Industri Grabah dea Panjang Rejo dengan alam pedesaan karakter kehidupan masyarakat dan dilengkapi berbagai kesenian tradisional. Keberadaan Pundong, Desa Panjang Rejo sangat strategis, disebelah timur ± 1 km. jalan menuju ke Parangtritis atau ± 25 km. arah selatan Yogyakarta. Untuk mencapai Pundong Desa Panjangrejo dijangkau dengan alat angkutan umum menuju Parangtritis.

5.      Desa Wisata Krebet
Terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, ± 12 km sebelah barat daya dari Yogyakarta. Terdapt ± 400 pengrajin yang bekerja di 14 Sanggar Seni dengan produk atau kerajinan utama, topeng, batik, patung kayu, patung asmat. Selain itu di dusun ini juga tersedia penginapan berbentuk khas tradisional dalam rangka menarik wisatawan untuk dating dan menginap. Setiap bulan September diadakan Upacara Ritual Bersih Dusun untuk mensyukuri hasil panen masyarakat setempat.

6.      Desa Wisata Tanjung
Desa Wisata Tanjung terletak 5 km sebelah Utara Monumen Jogja Kembali (Monjali). Disana terdapat rumah Joglo di Desa Wisata Tanjung. Bangunannya yang besar serta halamannya yang luas dan Pendoponya yang dapat menampung 100-200 orang lesehan. Tiang penyangga di bagian depan bangunan tersebut terbuat dari kayu nagka yang sudah berumur ± 200 tahun, pada tiang dan dinding kayu di ruang bagian dalam terdapat relief gaya kuno.

7.      Desa Tanjung meliputi 3 (tiga) pendukuhan yaitu:
Tanjung, Panasan, dan Bantarjo. Jumlah penduduknya ± 1.595 orang dan rumah penduduk ± 320 buah, dibagi dalam 6 RW dan 11 RT. Mayoritas penduduknya adalah petani. Sawah yang ada disekitarnya untuk latihan Mluku, Nggaru, Tandur, Panen, Angon Bebek dan lain-lain. Sedangkan sawah atau jurit malam dipergunakan untuk Pramuka menguji mental dan dapat menjadi muatan local / local content untuk pelajaran-pelajaran di sekolah bagi bapak dan ibu guru.

8.      Desa Wisata Ketingan
Desa Wisata Ketingan merupakan habitat dari ribuan burung Kuntul dan Blekok yang saat in sudah sangat langka ditemui di Pulau Jawa. Lokasi Desa Wisata Ketingan terletak di Desa Tirtiadi, Mlati Sleman, 10 km dari Kota Yogyakarta. Disamping memiliki nuansa kehidupan pedesaan yang masih kental dengan adat Jawa, juga memiliki potensi Idustri kerajinan rumah tangga berupa Industri emping Mlinjo, Industri Kerajinan Bambu dan Jamu Tradisional Jawa, sehingga sangat cocok sebagai Obyek Wisata Pendidikan.
9.      Desa Wisata Bobung Putat
Hampir semua masyarakat bermata pencaharian menjadi pengrajin topeng kayu dan kerajinan batik kayu lainnya. Bobung juga sangat mudah dijangkau sarana lalu lintas yang ada, termasuk bus wisata. Wilayah ini berjarak sekitar 30 km arah timur kota Yogyakarta. Untuk menuju desa wisata initidaklah terlalu sulit, selain lokasi jalannya yang sudah beraspal juga dilalui dengan angkutan umum.

10. Agro Wisata Salak Pondoh
Merupakan kawasan seluas ± 75 ha yang oleh masyarakat setempat ditanami khusus tanaman salak pondoh. Obyek wista inidengan haw sejuk akan hidup dengan mudah khususnya buah salak pondoh, saat ini sudah terebar di seluruh Jawa. Lokasi obyek wisata ini masuk wilayah Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi,Kabupaten Sleman ± 25 km arah Utara Yogyakarta,jalan beraspal baik dapat ditempuh dengan kendaraan bus, dan mini bus. Fasilitas yang ada gardu pandang, kolam pemancingan, becak air, arena bermain anak-anak, tempat pertemuan, jalan setapak ke kebun salak dan kios penjualan salak pondoh.

11. Desa Palgading
Di desa Palgading (ke arah Kaliurang), Ngaglik, Sleman merupakan sentra pengrajin tas handmade. Bahkan produk tas dari daerah ini menjadi langganan tetap bagi importer manca negara. Selain tas dari bahan kulit, pengrajin desa Palgading ini juga memanfaatkan bahan dasar alamiah seperti mendong. Pelepah pisang, enceng gondok, bahkan kertas koran dan kertas semen. Kerapian dan kekuatan merupakan keunggulan dari tas produksi Palgading.

12. Sumber Agung
Di daerah Sumber Agung, Moyudan, Sleman terdapat sentra pembuatan perabot rumah tangga dari bambu. Dari kotak sampah, tempat tisu sampai tempat aksesoris dibuat dengan bentuk yang unik dan menarik. Bahkan produknya sudah diekspor sampai ke negara-negara Eropa. Di tempat ini, wisatawan dapat memesan perabotan sesuai dengan keinginan.

13. Desa Wisata Gendeng
Desa Wisata Gendeng (sebelah selatan Jogja) merupakan sentra perajin Wayang Kulit. Paling tidak saat ini terdapat 10 orang perajin. Terbuat dari kulit Kambing dan Kerbau pilihan, pembuatan wayang ternyata sangatlah rumit. Selain untuk hiasan dinding, ternyata kerajinan Wayang Kulit ini juga bisa diperuntukkan buat kap lampu, kipas, souvenir perkawinan, gantungan kunci bahkan pembatas buku.

14. Kotagede
Selain toko-toko yang berjejer di pinggir jalan, di lorong-lorong kecil terdapat banyak perajin rumahan. Setiap toko memiliki dapur-dapur perak dimana wisatawan bisa melihat secara langsung proses pembuatannya. Proses dari bentuk lempengan-lempengan putih hingga menjadi perhiasan seperti kalung, anting, cincin atau perabot lainnya seperti sendok, tempat garam, miniatur kendaraan sampai miniatur candi. Bahkan disini terdapat museum perak, tepatnya di Jl. Kemasan, Kotagede, dimana wisatawan dapat mengetahui secara detail sejarah dan perkembangannya sampai saat ini.

15. Agro Wisata Buah Naga
Kebun agrowisata yang terletak pinggiran Pantai Glagah memiliki lahan seluas 2,2 hektar (ha) yang sudah dihijaukan buah berwarna merah (dikenal dengan nama buah naga) dan yang sedang dalam perintisan seluas 2,8 ha. Buah naga banyak disukai warga Amerika. Sebab selain rasanya yang enak juga bisa menstabilkan gula darah, serta meningkatkan stamina tubuh. Kecuali itu juga bisa untuk memulihkan kinerja saraf jantung. Pengelola kebun agrowisata bernama “Kusumo Wanadri” itu adalah Romo DR Paulus Tribrata Br M Th MM. selain untuk berkebun ternyata di lahan itu juga untuk tempat pembinaan bagi anak nakal, preman, serta pecandu narkoba.

16. Agro Wisata Kebun Plasma Nutfah Pisang
Kebun Plasma Nutfah Pisang adalah sebuah kebun berbagai macam varietas pisang yang terdapt di seluruh Indonesia maupun mancanegara. Keberadaan kebun ini dikhususkan untuk wisata pendidikan dan penelitian. Areal seluas 2,5 ha ini berlokasi di bagian selatan kota Yogyakarta tepatnya di desa Malangan. Jarak tempuh dari pusat kota kira-kira 8 km. Meskipun berlokasi di pinggiran kota, namun dapat memberikan sentuhan suasana khas dan alami sehinga menciptakan daya tarik tersendiri.



E.      WISATA ALTERNATIF LAIN

1.      Lapangan Golf Cangkringan
Lapangan golf bertaraf internasional dengan 18 hole, memiliki nuansakhas berlatar belakang pamandangan gunung Merapi , terletak 23 km ke arah utara dari kota Yogyakarta, di Cangkringan , Sleman, Yogyakarta.

2.      Batik dan Perak
Batik merupakan kerajinan Jawa yang sangat populer. Ada dua macam jenis Batik, batik tulis dan dan batik cetak. Batik tulis jauh lebih mahal harganya dibanding batik cetak, karena pembuatannya membutuhkan waktu dan keahlian tersendiri. Batik dapat dijumpai dalam berbagai macam rupa, mulai kemeja, celana, kebaya, dan lain-lain. Motif dan gayanya pun lain-lain, ada Jogja, Solo, Pekalongan, dan lain-lain. Ratusan penjual batik tersebar di seluruh penjuru Jogja, mulai kelas kakilima sampai kelas butik. Silakan klik DI SINI dan lihat di bagian batik untuk menemukan toko dan pengrajin batik di Jogja.
Jogja juga dikenal dengan kerajinan peraknya. Ratusan pengrajin dapat Anda temukan di kota ini terutama di daerah Kotagede. Di sana Anda dapat temukan puluhan toko dan pengrajin perak yang menjual kerajinan perak. Dari mulai perhiasan, patung, hingga peralatan rumah tangga.

3.      Pusat Pelestarian Satwa Jogja
Pusat Pelestarian satwa Jogjakarta (PPSJ) ini merupakan suatu Lembaga yang dirancang dalam rangka merehabilitasi satwa sebelum dikembalikan ke habitatnya. Lokasi PPSJ terletak di Desa Paingan Sendangsari Pengasih Kulonprogo, 4 km dari Kota Wates atau 25 km dari kota Yogyakarta, yang menempati area seluas 13 ha di atas perbukitan Menoreh dengan panorama yang sangat indah. Disamping sebagai pusat Rehabilitasi satwa, PPSJ juga dapat dimanfaatkan sebagai Obyek Wisata Pendidikan, meningat PPSJ inidilengkapi dengan saran pertemuan, seminar, dan fasilitas Akomodasi.

4.      Pabrik Cerutu Tarumartani
Sejarah perusahaan cerutu Taru Martani dimulai tahun 1918 saat seorang produsen carutu dri Belanda mendirikan perusahaan cerutu Perseorangan di Yogyakarta. Sejak tahun 1918, Taru Martani senantiasa menciptakan formulasi campuran tembakau cerutu yang bercita rasa tinggi guna memenuhi keinginan dari pecinta cerutu sejati. Saat ini Tatu Martani memproduksi 14 jenis cerutu yang sudah dikenal di seluruh dunia, yaitu: Cigarillos, Extra Cigarillos, Senioritas, Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Royal Perfecto, Rothschild, and Churchill.

5.      Wisata Herbal Mahkota Dewa
Paket Wisata Herbal Mahkotadewa Ny. Ning Harmanto adalah satu paket wisata yang terdiri dari Klinik, Kebun dan Kedai Herbal Mahkotadewa Ny. Ning Harmanto yang terletak di Jl. MT. Haryono 46 Yogyakarta.

6.      Taman Pintar Jogja
Taman Pintar adalah sarana wisata edukasi masyarakat Jogja. Anjungan sebagai media untuk menyampaikan materi isi disusun secara menyeluruh mulai dari anjungan sebagai sarana permanainan, anjungan yang bersifat pengenalan, anjungan materi dasar eksakta hingga anjungan yang memaparkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perencanaan anjungan materi isi disusun dengan konsep permainan dan pemaparan yang diikuti dengan penjelasan materi yang disampaikan.

7.      Wijilan, Sentra Gudeg Jogja
Pusat Warung gudeg ini berderet di sebelah selatan Plengkung Tarunasura (Plengkung Wijilan) ini memiliki sejarah panjang. Ibu Slamet adalah orang pertama yang merintis usaha warung gudeg di tahun 1942. Beberapa tahun kemudian warung gudeg di daerah itu bertambah dua, yakni Warung gudeg Campur Sari dan Warung Gudeg Ibu Djuwariah yang kemudian dikenal dengan sebutan Gudeg Yu Djum yang begitu terkenal sampai sekarang. Ketiga warung gudeg tersebut mampu bertahan hingga 40 tahun. Sayangnya, tahun 1980′an Warung Campur Sari tutup. Baru 13 tahun kemudian muncul satu lagi warung gudeg dengan label Gudeg Ibu Lies. Dan sampai sekarang, warung gudeg yang berjajar di sepanjang jalan Wijilan ini tak kurang dari sepuluh buah.

8.      Kampung Turis Prawirotaman Yogyakarta
Kampung Prawirotaman sendiri lokasinya mudah dicapai, karena berjarak sekitar 5 kilometer arah selatan Jogja. Banyak turis asing maupun domestik yang menyenangi kawasan ini karena berbagai kemudahan fasilitas yang ditawarkan. Seperti hotel maupun penginapan serta café-café yang jumlahnya mencapai puluhan. Sementara harga berbagai cindera mata juga tergolong miring seperti handicraft dan batik yang mudah didapat di sekitar Prawirotaman.

9. MalioboroMalioboro merupakan Jogja kecil. Pasar tradisional, pedagang kaki lima sampai pusat perbelanjaan modern ada di sana. Lagi pula, Malioboro merupakan tempat persinggahan tetap bagi wisatawan yang datang ke Jogja. Ribuan pedagang kaki lima dan pertokoan menawarkan pilihan souvenir untuk oleh-oleh sahabat, teman atau orang di rumah. Di Malioboro, souvenir barang yang dijual bisa didapat dengan harga yang sangat murah. Sementara, pertokoannya menawarkan beragam motif pakaian dan kain batik dengan desain eksklusif serta gift soft yang unik. Semuanya ada di sini, mulai yang berkelas sampai ke murah meriah. Pusat jajanan seperti ini juga banyak dijumpai di sepanjang Jl. Mataram, yang letaknya di sebelah timur Malioboro.
Sumber dari antah barantah.

2 komentar:

  1. Keren coy objek wisatanya kapan nih bisa maen ke situ. blognya keren boss informatif lagi sukses ya kedepannya amin. mari mengenal keindahan pariwisata lombok utara di http://7og4nk.blogspot.com

    BalasHapus
  2. tulisannya dirapikan dikit dong. pusing bacanya ^^

    BalasHapus