Senin, 22 Maret 2010

Posted by syahli sitorus On 20.09
Teringat masa-masa sekolah dari SD sampai SMA sebelum hijrah ke Yogyakarta meneruskan pendidikan ke jenjang kuliah, ada beberapa hal yang gue rasa perlu diinget dan dipraktekan untuk generasi dari keluarga Sitorus berikutnya, bahwa pendidikan setinggi langit tidak bisa menentukan kualitas dari pendidikan budi pekerti seorang anak.

Orang tua gue bukan merupakan keluarga berpendidikan, mereka SD saja tidak tamat, tapi soal baca tulis tentunya lancar dan tulisan Ayah gue bagus banget...hehhehehe. Sekilas gue ceritain masa kecil gue ada pengalaman yang sederhana namun patut diturunkan. Dulu masa-masa sekolah setiap jam 21.00 WIB yang namanya TV dirumah tidak boleh nyetel siaran lain, harus Dunia Dalam Berita yang ditayangkan TVRI sampai sekarang. Waktu kecil pasti jengkel yah asyik-asyik nonton film disuruh tuker liat Dunia Dalam Berita, tapi lama kelamaan kita sekeluarga jadi terbiasa setiap jam 21.00 WIB pasti nyetel Siaran Dunia Dalam Berita. Banyak hal-hal yang berharga gue dapat dari acara berita tersebut, dan secara tidak langsung orang tua telah memberikan pendidikan yang sangat berarti bagi gue anaknya dan juga adik2. Kita jadi bisa memilah mana hal penting yang mesti didahulukan dan mana hal yang sekedar hiburan yang kita lihat hanya seperlunya saja.

Setelah duduk dibangku kuliah gue baru sadar bahwa hobi gue liat berita-berita penting di TV dan membaca surat kabar, yang umumnya jarang disukai oleh anak-anak muda jaman sekarang. Termasuk nonton Bola padahal gue dulu males banget yang namanya nonton Bola, tapi karena Babe hobi banget liat Bola jadinya gue ketularan dah hobi juga liat Bola, tapi ya tidak fanatik amat, tetep nonton dengan damai tidak seperti anak-anak jaman sekarang yang sukanya rusuh...hehhehehe.

Disadari atau tidak disadari kebiasaan prilaku yang dipraktekan dalam keluarga sebenernya pendidikan yang diserap secara langsung karena kebiasaan yang dilihat dan dipraktekan, nah jadinya jika dikeluarga yang didapat dari orang tua hal-hal positif sudah tentu ke anak-anaknya yang didapat adalah hal-hal positif juga, tapi jika hal yang dilihat dan dipraktekan dikeluarga adalah kebiasaan-kebiasaan buruk yang awalnya dianggap sepele, anak-anak akan besar dengan pola pendidikan yang didapat dari keluarga.

Pendidikan formal dari sekolah tidak banyak membantu perkembangan kualitas kepribadian dari seorang anak. Pendidikan formal hanya membantu dalam pemberian saran, pemilihan prilaku yang baik sesuai dengan teori. Inti dari setiap perbuatan adalah prilaku, teori tidak banyak membantu dalam menentukan hasil dari suatu tujuan.

Kesimpulannya, lakukan hal-hal terbaik didepan keluarga anda dan sebisa mungkin sembunyikan hal-hal buruk dalam keluarga, misal kalau lagi ribut-ribut jangan didepan anak. Yup...entr disambung lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar